Blog

Mengenal Pengolahan Kulit

Tanggal: 08/04/2016 16:29:38


Kulit dibagi atas 2 golongan yaitu : Hide (untuk kulit dari binatang besar seperti kulit sapi, kerbau, kuda dan lain-lain) dan Skin (untuk kulit domba, kambing, reptil dan lain-lain).

Jenis zat penyamak yang digunakan mempengaruhi hasil akhir yang diperolah. Penyamak nabati (tannin) memberikan warna coklat muda atau kemerahan, bersifat agak kaku tapi empuk, kurang tahan terhadap panas. Penyamak mineral paling umum menggunakan krom. Penyamakan krom menghasilkan kulit yang lebih lembut/lemes, dan lebih tahan terhadap panas. Lewat proses penyamakan, dilakukan proses pemeraman yaitu menumpuk atau menggantung kulit selama 1 (satu) malam dengan tujuan untuk menyempurnakan reaksi antara molekul bahan penyamak dengan kulit.

Proses penyelesaian (finishing) adalah untuk menentukan kualitas hasil akhir (leather). Terdiri atas beberapa tahapan proses yang bervariasi sesuai dengan jenis kulit, bahan penyamak yang digunakan, dan kualitas akhir yang diingingkan. Proses finishing akan membentuk sifat-sifat khas pada kulit seperti, kelenturan, kepadatan, dan warna kulit. Proses perataan (setting out) bertujuan untuk menghilangkan lipatan-lipatan yang terbentuk selama proses sebelumnya dan mengusahakan terciptanya luasan kulit yang maksimal. Proses perataan sekaligus juga akan mengurangi kadar air karena kandungan air dalam kulit akan tergolong keluar (striking out). Beberapa proses lanjutan lainnya adalah pengeringan (mengurangi kadar air kulit sampai batas standar biasannya 18-20 %), pelembaban (menaikan kandungan air bebas dalam kulit untuk persiapan perlakukan fisik di proses lanjutan), pelemasan (melemaskan kulit dan mengembalikan kerutan-kerutan sehingga luasan kulit menjadi normal kembali), pementangan (untuk menambah luasan kulit), pengamplasan (untuk menghaluskan permukaan kulit). Kulit samakan bisa di cat untuk memperindah tampilan kulit.